Friday, June 14, 2019

Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 2019

Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) melalui ujian tertulis telah menunjukkan berbagai keunggulan dan manfaat, baik bagi kepentingan nasional, PTN, maupun peserta. Bagi peserta, manfaat seleksi bersama adalah lebih efisien, murah, dan fleksibel dengan adanya mekanisme lintas wilayah. SBMPTN ini dari tahun ke tahun selalu diperbaiki dan dikembangkan sesuai dengan perkembangan zaman dan kemajuan teknologi. Pada tahun 2016 mulai diperkenalkan juga SBMPTN dengan menggunakan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK).
SBMPTN 2019 merupakan seleksi penerimaan mahasiswa baru dengan menggunakan hasil UTBK saja atau hasil UTBK dan kriteria lain yang ditetapkan bersama oleh PTN. UTBK dapat diikuti oleh siswa lulusan tahun 2017, 2018, dan 2019 dari pendidikan menengah (SMA/MA/SMK) dan sederajat, serta lulusan Paket C tahun 2017, 2018, dan 2019. Pengelolaan dan pengolahan data untuk kepentingan seleksi jalur SBMPTN dilakukan oleh Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT). LTMPT adalah satu-satunya lembaga penyelenggara tes perguruan tinggi terstandar di Indonesia.
Ada banyak faktor yang menjadi penyebab peserta tidak Lolos dalam ujian SBMPTN. Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri ( SBMPTN ) akan segera dimulai. Bagi anda yang akan mengikuti seleksinya, anda perlu mewaspadai hal-hal yang menjadi penyebab gagal dalam ujian SBMPTN. Dengan begitu, para peserta bisa mencegah supaya hal tersebut yang menyebabkan anda gagal dalam SBMTPN.
SBMPTN adalah salah satu jalur penerimaan mahasiswa ke Perguruan Tinggi Negeri (PTN) melalui Jalur ujian tulis. Seleksi bersama dalam penerimaan mahasiswa baru di lingkungan PTN  melalui ujian tertulis secara nasional yang selama ini telah dilakukan menunjukkan berbagai keuntungan dan keunggulan, baik bagi peserta, PTN, maupun bagi kepentingan nasional. Tujuan SBMPTN 2016 ini adalah Mencari dan menjaring calon mahasiswa yang diprediksi mampu menyelesaikan studi di perguruan tinggi dengan baik serta memberi peluang bagi calon mahasiswa untuk memilih lebih dari satu PTN lintas wilayah.
Berikut ini adalah Penyebab Peserta Tidak Lulus SBMPTN :
    (Terlalu) berharap mendapat undangan SNMPTN
Hal pertama yang paling sering bikin para pelajar gagal menembus SBMPTN adalah karena mereka terlalu berharap mendapat undangan Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN), hanya karena mereka sering mendapat nilai rapor bagus. Banyak pelajar yang nggak belajar dengan keras, karena mereka terlalu percaya diri  bakal dapat kursi di universitas negeri lewat jalur SNMPTN.
Kemudian kepanikan melanda ketika ternyata mereka nggak mendapat jatah SNMPTN, sehingga mereka harus bersaing dengan pelajar lain di SBMPTN yang sudah punya persiapan ujian lebih matang. Akhirnya? Gagal, deh!
Tips: kalau sekarang kamu cuma mengandalkan jalur SNMPTN untuk masuk PTN incaran, jangan punyamindset begitu, yah!
    Absen ujian
Sebaiknya anda harus mengikuti urutan ujian dari awal sampai akhir. Peserta ujian yang absen dalam ujian SBMPTN otomatis akan digugurkan sebagai peserta. Tentu secara otomatis pula mereka gagal memiliki kesempatan menjadi mahasiswa kampus negeri. Jadi dalam pelaksanaan Ujian SBMPTN ini sebaiknya jaga kondisi fisik anda agar selalu prima. Sebagai calon peserta ujian SBMPTN, anda harus hadir full dalam pelaksanaan ujian SBMPTN yang akan anda ikuti .
    Menyontek
Hati-hati pastikan anda tidak melakukan perbuatan ini, Tetap Jujur. Selain perbuatan yang tidak baik dan tercela, mencontek juga akan merugikan diri anda sendiri. Pengawas ruangan akan mencatat para peserta SBMPTN yang terlihat mencontek selama ujian. Nama mereka pun akan dicatat dan dipastikan tidak termasuk daftar peserta yang lulus SBMPTN. Jadi jangan pernah melakukan hal itu, Percaya diri terhadap kemampuan anda.
    Joki
Jangan pertaruhkan masa depan anda dan percaya pada Joki. Mereka yang memakai jasa joki SBMPTN juga akan digugurkan dalam keikutsertaannya sebagai peserta. Selain itu, jika ada mahasiswa yang menjadi joki SBMPTN, maka sanksi dari kampus adalah pemecatan.
    Nilai tidak cukup passing grade
Setiap program studi memiliki standar passing grade. Bisa jadi, standar ini berbeda di tiap kampus. Peserta SBMPTN yang nilainya tidak memenuhi passing grade sbmptn yang disyaratkan tentu tidak akan lulus.
    Tidak membawa Kartu Ujian/ ijazah / SKHU
Jika peserta tidak membawa kartu ujian maka anda tidak di anggap sebagai peserta ujian SBMPTN, sebab kartu ujian lah yang menjadi identitas anda sebagai peserta ujian SBMPT atau bukan. Selain itu ijazah/SKHU adalah komponen penting yang harus anda bawa. Jika anda membawanya maka akan menjadi pertimbangan bagi pengawas, karena tidak hanya kartu peserta ujian, ijazah / SKHU juga lah yang menunjukkan bahwa anda adalah peserta ujian SBMPTN.
    Nggak paham medan kesulitan yang dihadapi
Agar anda berhasil dalam sebuah “perang”, anda harus tahu terlebih dahulu, “medan perang” yang akan anda hadapi. Untuk memahami “medan perang” SBMPTN, anda harus mengidentifikasi berbagai kesulitan yang mungkin akan anda hadapi di ujian ini, agar anda bisa mencari jalan keluar sejak awal.
Coba deh, identifikasi kesulitan anda lewat pertanyaan-pertanyaan berikut ini:
    Seberapa banyak pengetahuan anda tentang tingkat kesulitan soal-soal SBMPTN?
Soal-soal SBMPTN itu jauh lebih susah dari pada soal-soal Ujian Nasional (UN). Soalnya, Ujian Nasional adalah ujian yang bersifat evaluasi. Artinya, tujuan Ujian Nasional adalah mengevaluasi sejauh mana anda menguasai materi pelajaran SMA, untuk menilai apakah anda layak untuk lulus SMA atau tidak.
Sedangkan SBMPTN adalah ujian yang bersifat seleksi. Artinya, tujuan SBMPTN adalah menyeleksi calon mahasiswa yang layak kuliah di universitas negeri. Jadi sudah kebayang dong, tingkat kesulitan soal SBMPTN nanti seperti apa?
    Seberapa banyak pengetahuan anda tentang tingkat persaingan universitas negeri incaran anda?
Persaingan untuk mendapatkan kursi di PTN, berbeda-beda, untuk setiap universitas dan jurusan. Hal ini dikarenakan jumlah peminat setiap universitas dan jurusan juga berbeda-beda. Nah, karena jumlah peminatnya berbeda, maka persentase anda untuk lolos juga berbeda.
Anda bisa lihat kondisi persaingan setiap universitas di website resmi mereka. Misalnya, kalau anda mau masuk Universitas Indonesia (UI).  Cek situs resminya, di bagian pemetaan lengkap kondisi persaingan seluruh jalur masuk pada setiap jurusan di Universitas Indonesia. Sayangnya, nggak semua situs PTN menyediakan info ini. Atau anda juga dapat melihat daya tampung dan jumlah peminat di masing-masing jurusan di tiap universitas.
    Seberapa banyak pengetahuan anda tentang materi yang perlu dipelajari?
Saat mempersiapkan diri untuk SBMPTN, pahami kelemahan anda di pelajaran tertentu, lalu sediakan waktu lebih banyak untuk mempelajari materi yang menjadi kelemahan anda tersebut. Apalagi kalau anda mau lintas jurusan! Wah, anda harus belajar lebih keras lagi, berhubung anda harus mempelajari materi-materi yang belum familiar untuk anda.
Selamat menempuh ujian SBMPTN 2019. Semoga hasil terbaik akan anda dapatkan.

2 komentar


EmoticonEmoticon